NS-OME (Non-Speech Oral Motor Exercise)

PENDAHULUAN

Beberapa anak dengan gangguan wicara (terutama gangguan berbasis organik) mungkin menunjukkan defisit dalam fungsi oral-motor yang mempengaruhi kontrol neuromuskular dan organisasi yang dibutuhkan untuk produksi wicara yang jelas. Defisit ini mungkin tampak sebagai bentuk hiposensitivitas; hipersensitivitas; atau kelemahan atau inkoordinasi struktur oral, termasuk rahang, lidah, bibir, atau langit-langit.

Hal ini penting untuk menyadari bahwa wicara bukan tindakan terisolasi tetapi produk dari sistem oral motor yang sangat kompleks dan terintegrasi. Selanjutnya, intervensi oral-motor harus dilakukan dengan memperhatikan secara menyeluruh atau komprehensif dari profil neuromuskuler yang ada pada anak.

Kontroversi ada tentang pendekatan ini untuk intervensi. Beberapa studi terkontrol hadir dari temuan kausal dan melaporkan tidak ada hubungan yang signifikan antara NS-OME dan produksi bunyi wicara (Bunton, 2008; Clark, 2003; Love, 2000; Moore & Ruark, 1996; Nittrouer, 1993).

Artikel ini tidak dalam rangka menyetujui perspektif satu atau perspektif lainnya, atau menyetujui penggunaan oral motor atau tidak, namun lebih kepada mendeskripsikan pemikiran-pemikiran dan hasil temuan penelitian.

Definisi Non-Speech Oral Motor Exercises (NS-OME)

  • Sebuah teknik yang tidak membutuhkan partisipasi anak untuk memproduksi bunyi wicara, namun digunakan untuk mempengaruhi kemampuan wicara (Lof & Watson, 2004; In press).
  • Sebuah kumpulan metode nonspeech dan prosedural yang mengklaim bahwa metode ini dapat mempengaruhi kekuatan lidah, bibir, rahang, meningkatkan tonus otot, memfasilitasi rentan gerakan, dan memingkatkan kontrol otot (Ruscello, In Press).

Survei Penggunaan NS-OME (Lof & Watson, 2004; In press)

  • 85% terapis wicara menggunaan NS-OME untuk merubah produksi wicara
  • Hodge, Salonka, & Kollias (2005): 85% dari 535 terapis wicara di Kanada menggunakan NS-OME untuk merubah produksi bunyi wicara, hasil yang sama juga ditemukan di USA
  • 87% terapis wicara belajar menggunakan NS-OME dari seminar/workshop.

DASAR PEMIKIRAN KLINIS

Kontroversi ada tentang pendekatan ini untuk intervensi. Sebagian besar pengguna pendekatan ini memiliki alasan dasar dari salah satu atau lebih perspektif berikut: (1) Wicara awalnya terbentuk karena adanya perkembangan pola nonspeech motorik seperti menghisap dan mengunyah (Marshalla, 1985; Ruark & Moore, 1997); (2) Menurunnya tonus otot di area oral-fasial menyebabkan masalah dalam gerakan artikulator (Robin, Somodi, & Luschei, 1991); dan (3) Wicara adalah perilaku yang sangat kompleks yang lebih mudah dipelajari ketika dipecah menjadi komponen yang lebih kecil (Magill, 1998). Selain itu, Gregory Lof & Watson merupakan salah satu kelompok yang mengapresiasi pendekatan NS-OME dengan cara mengkritisi dasar pemikirannya. Berikut hal-hal yang dimuat dalam jurnal ilmiah dari Lof & Watson, 2004):

Memperkuat Otot Artikulator

  • Pertanyaan dasar:
    • Apakah kekuatan diperlukan untuk berbicara? Jika iya, berapa besar kekuatan yang dibutuhkan?
    • Apakah artikulator dapat diperkuat menggunakan NS-OME?
    • Bagaimana secara objektif terapis wicara mendokumentasikan adanya kelemahan artikulator?
    • Bagaimana secara objektif terapis wicara mendokumentasikan adanya peningkatan artikulator paska NS-OME?
  • Kebutuhan akan kekuatan artikulator sangat rendah untuk berbicara. Misalnya, kekuatan otot bibir saat berbicara hanya 10-20% dari kekuatan maksimal otot bibir, dan kekuatan rahang saat berbicara hanya 11-15% dari kekuatan maksimalnya (Bunton & Weismer, 1994).
  • Harmonisasi gerakan artikulator lebih dibutuhkan daripada hanya kekuatan artikulator.
  • NS-OME mungkin tidak benar-benar dapat meningkatkan kekuatan artikulator. Untuk memperkuat otot, latihan harus dilakukan dengan beberapa pengulangan, menggunakan prinsip resistensi, dan jika gagal, lakukan lagi dan lagi. Kebanyakan NS-OME tidak mengikuti paradigma latihan kekuatan dasar sehingga mungkin tidak ada keuntungan kekuatan yang sebenarnya terjadi karena latihan ini.
  • Pengukuran kekuatan biasanya sangat subjektif (misalnya, merasakan kekuatan lidah saat anak mendorong terhadap resistensi lidah atau pipi atau hanya "mengamati" kelemahan), sehingga terapis wicara tidak bisa memverifikasi kekuatan yang sebenarnya dan kemudian tidak bisa melaporkan adanya peningkatan kekuatan paska NS-OME.

Relevansi NS-OME untuk Wicara

  • Relevansi adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan perubahan dalam mekanisme sistem saraf; konteks di mana keterampilan dipelajari sangat penting. Dalam rangka untuk mentransfer satu keterampilan ke keterampilan yang lain, keterampilan yang dipelajari harus relevan dengan keterampilan lainnya. Latihan otot selama NS-OME secara selektif terlibat untuk melakukan tugas-tugas tertentu, dan aktivitas selama NS-OME tidak memperhitungkan aktivitas yang tepat dan terkoordinasi yang diperlukan untuk wicara (Hodge & Wellman, 1999).
  • Analoginya, melakukan taping di atas meja (seakan-akan meja adalah piano) tidak logis dilakukan untuk mensimulasikan kemampuan bermain piano. Belajar dan meningkatkan kemampuan bermain piano harus dipraktekkan pada piano, tidak di atas meja. Demikian juga, belajar dan meningkatkan kemampuan berbicara harus dipraktekkan dalam konteks berbicara. Untuk meningkatkan kemampuan berbicara, anak-anak harus berlatih berbicara, bukan menggunakan tugas atau latihan yang hanya tampak seperti berbicara.

Organisasi Sistem Saraf

  • Struktur yang sama digunakan untuk berbicara dan "aktivitas gerakan oral" lainnya atau nonspeech (misalnya, mengunyah, menelan, mengisap, bernapas, dll). Organisasi gerakan dalam sistem saraf (rekaman perencanaan dan pemrograman di otak) tidak sama untuk berbicara dan gerakan nonspeech (aktivitas gerakan oral selain wicara). Meskipun struktur yang identik digunakan, struktur ini berfungsi dengan cara yang berbeda untuk berbicara dan untuk aktivitas nonspeech.
  • Pasien disfagia dapat memiliki atau tanpa memiliki gangguan wicara (Ziegler, 2003); Bernapas untuk wicara berbeda dari bernapas saat istirahat atau selama kegiatan lain (misalnya, Moore, Caulfield, & Green, 2001). Lihat Weismer (2006) untuk ringkasan 11 studi yang menunjukkan bahwa wicara dan aktivitas nonspeech berbeda untuk berbagai struktur, termasuk otot-otot fasial, gerak rahang, space gerakan rahang, koordinasi rahang, gerakan lingual, gerakan bibir, levator veli palatini, dan kontrol mandibula.

Pemanasan/Kesadaran Artikulator

  • Pemanasan memiliki tujuan fisiologis selama latihan otot: untuk meningkatkan sirkulasi darah sehingga viskositas otot menurun, sehingga memungkinkan terjadinya kontraksi otot yang halus dan lebih elastis (Safran, Seaber, & Garrett, 1989).
  • Pemanasan otot mungkin tepat (Pollock et al., 1998) ketika seseorang ingin menggunakan kekuatan maksimum otot (misalnya, berlari atau angkat beban). Namun, pemanasan otot tidak diperlukan untuk tugas-tugas yang berada di bawah kekuatan maksimum (misalnya, mengangkat sendok). Karena berbicara tidak memerlukan kekuatan maksimum otot mulut, pemanasan tidak diperlukan.
  • Kesadaran dan perannya dalam terapi selalu dipertanyakan. Hal ini juga diketahui bahwa anak-anak mengalami kesulitan dengan berbagai tugas kesadaran metafonologi (Kamhi & Catts, 2005). Untuk kesadaran artikulasi, Klein, Lederer dan Cortese (1991) melaporkan bahwa anak-anak usia 5 dan 6 tahun memiliki sangat sedikit kesadaran tentang bagaimana bunyi wicara dibentuk; anak usia 7 tahun tidak sangat mahir dengan kemampuan ini. Menurut Koegel, Keogel, dan Ingham (1986), beberapa anak-anak usia 7 tahun sukses selama program intervensi wicara metalinguistik, tapi hanya jika mereka memiliki kematangan kognitif yang diperlukan untuk memahami konsep bunyi

Kesimpulan dari Lof & Watson, 2004

  • Jika ingin meningkatkan kejelasan wicara, maka berikan intervensi pada wicara, bukan pada hal-hal yang “TERLIHAT” seperti wicara
  • Phonetic placement tidak sama dengan NS-OME.
  • NS-OME adalah prosedur bukan tujuan. Tujuan dari terapi wicara TIDAK untuk menghasilkan lidah yang kuat atau membuat artikulator menjadi kuat, atau menggembungkan pipi, dll. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk menghasilkan kejelasan wicara.
  • Wicara itu spesial, tidak seperti gerakan motorik lainnya.
  • Orang tua perlu diberitahu bahwa NS-OME belum terbukti efektif dan penggunaannya harus dianggap eksperimental.
  • Ingat selalu: struktur yang sama, fungsi yang berbeda. Struktur yang sama, fungsi yang berbeda

Sumber : www.rexsytaruna.com